Panduan IPV6 Linux Windows di Mikrotik/Persiapan Lab
== Gambaran Lab == Latihan ini memakai satu router MikroTik virtual dan dua sistem operasi klien:
- 1 mesin Linux
- 1 mesin Windows
- 1 RouterOS / MikroTik
Menurut video, praktik dilakukan dengan MikroTik virtual agar siswa bisa mencoba lagi di rumah tanpa harus membeli perangkat fisik.
Perangkat Lunak yang Disarankan
- VirtualBox
- image MikroTik / RouterOS CHR atau VM yang sudah disiapkan guru
- Linux desktop atau server
- Windows
- terminal / command prompt
Topologi Sederhana
Contoh topologi:
- MikroTik:
2001:db8:6:1::1/64 - Linux:
2001:db8:6:1::10/64 - Windows:
2001:db8:6:1::20/64
Semua perangkat berada dalam satu jaringan:
2001:db8:6:1::/64
Prinsip dari Video
Pengajar di video lebih menekankan:
- praktik langsung
- CLI lebih diutamakan daripada klik-klik GUI
- konfigurasi dicatat agar bisa diulang
- lebih baik memahami perintah daripada hanya menghafal menu
Kenapa CLI Dipilih?
Menurut penjelasan di video:
- perintah CLI bisa disalin-tempel
- lebih mudah dipakai berulang
- lebih cocok untuk banyak router
- membantu siswa memahami logika konfigurasi
Cek Awal di Linux
Untuk melihat alamat yang sudah ada:
ip a ip -6 addr
Jika yang terlihat hanya alamat fe80::..., itu berarti sistem belum punya alamat IPv6 global statik untuk latihan ini.
Cek Awal di Windows
Untuk melihat alamat IPv6 yang sudah ada:
ipconfig
Atau:
netsh interface ipv6 show addresses
Cek Awal di MikroTik
Masuk ke terminal MikroTik lalu lihat apakah IPv6 sudah aktif:
/ipv6 settings print /ipv6 address print
Jika belum ada alamat global, itu normal. Kita akan menambahkannya di langkah berikutnya.
Target Praktik
Di akhir latihan, siswa harus bisa:
- melihat alamat IPv6 di MikroTik
- melihat alamat IPv6 di Linux
- melihat alamat IPv6 di Windows
- melakukan ping dari klien ke router
- melakukan ping antar klien jika diperlukan