Lompat ke isi

Panduan Fiber Optik/Pengukuran Redaman Fiber Optik

Dari Wiki Tamansiswa
Revisi sejak 4 Mei 2026 08.10 oleh Admin (bicara | kontrib) (Melepas kategori dari halaman panduan pecahan)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Urutan dasar pengukuran redaman: sumber cahaya, patch cord, link fiber, lalu optical power meter.

Tujuan Pengukuran

Setelah penyambungan selesai, pekerjaan belum dianggap selesai. Kita masih perlu mengukur hasilnya untuk mengetahui apakah redaman masih wajar atau terlalu besar.

Dalam video, pengukuran dilakukan menggunakan:

  • optical power meter atau OPM
  • sumber cahaya dari alat lain, pada contoh video memakai fitur light source dari OTDR mini
  • patch cord sebagai media penghubung

Istilah Dasar

  • Daya referensi adalah daya yang dibaca saat kalibrasi awal
  • Daya terima adalah daya yang dibaca setelah sinyal melewati link yang diuji
  • Redaman adalah selisih antara daya referensi dan daya terima

Rumus sederhananya:

Redaman (dB) = Daya referensi (dBm) - Daya terima (dBm)

Contoh sederhana dari penjelasan video:

Daya referensi = -9,6 dBm
Daya terima    = -12,0 dBm
Redaman        = 2,4 dB

Persiapan

Sebelum mengukur:

  • nyalakan OPM
  • siapkan sumber cahaya
  • siapkan patch cord yang sesuai
  • pastikan tipe konektor cocok
  • bersihkan konektor jika perlu

Tombol atau Pengaturan yang Perlu Dipahami

Dalam video dijelaskan beberapa tombol penting pada OPM:

  • tombol power untuk menyalakan alat
  • tombol lampu jika layar perlu diterangi
  • tombol panjang gelombang untuk memilih misalnya 1310 nm atau 1550 nm
  • tombol zero dan dB untuk mode pembacaan sesuai kebutuhan alat

Langkah Pengukuran

1. Lakukan kalibrasi awal

Hubungkan sumber cahaya ke OPM menggunakan patch cord. Pada tahap ini:

  • pilih panjang gelombang pada sumber cahaya
  • samakan panjang gelombang pada OPM
  • jika sumber di 1310 nm, OPM juga harus di 1310 nm
  • jika sumber di 1550 nm, OPM juga harus di 1550 nm

Jika panjang gelombang tidak sama, hasil tidak valid.

2. Catat daya referensi

Saat sambungan kalibrasi langsung sudah benar, lihat angka pada OPM lalu catat sebagai daya referensi.

3. Pasang link yang akan diuji

Setelah kalibrasi, susun jalur pengukuran sehingga cahaya melewati kabel atau sambungan yang ingin diperiksa.

4. Baca daya terima

Lihat angka baru pada OPM setelah sinyal melewati link tersebut. Nilai ini biasanya lebih kecil karena ada redaman di sepanjang jalur.

5. Hitung redaman

Kurangi daya referensi dengan daya terima.

Redaman = referensi - terima

Hal yang Harus Diperhatikan

  • panjang gelombang harus sama antara sumber dan OPM
  • konektor harus sesuai, pada video contoh menggunakan tipe SC
  • patch cord harus terpasang rapat
  • pembacaan bisa berbeda jika mode output sumber diubah
  • hasil ukur sebaiknya dicatat agar bisa dibandingkan

Kenapa Hasil Bisa Berubah?

Dalam video dicontohkan bahwa nilai pembacaan berubah saat:

  • panjang gelombang diubah
  • mode output sumber diubah

Artinya, siswa tidak boleh langsung membandingkan dua angka yang diambil dari pengaturan berbeda.

Interpretasi Sederhana

  • jika selisihnya kecil, sambungan atau link cenderung lebih baik
  • jika selisihnya besar, perlu dicek kemungkinan konektor kotor, sambungan kurang rapi, atau ada masalah di link

Perbedaan OPM dan OTDR

Supaya tidak tertukar:

  • OPM dipakai untuk membaca daya cahaya yang diterima
  • OTDR lebih cocok untuk analisis jalur, estimasi lokasi gangguan, dan karakteristik link

Lanjut