FTP Server
Tentu, ini kelanjutan panduannya dengan bagian FTP Server.
\= Instalasi dan Konfigurasi DHCP Server di Debian 10 = Referensi : [1](https://youtu.be/fiHT0bXRf_4?si=IWqS7vRhAMUcDcUc)
Panduan ini menjelaskan cara menginstal dan mengkonfigurasi server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) di sistem operasi Debian 10 "Buster".
\== Persiapan Awal == Sebelum memulai, pastikan Anda telah mempersiapkan hal berikut:
* Mesin virtual dengan Debian 10 yang baru diinstal (bertindak sebagai server). * Mesin virtual dengan sistem operasi klien, seperti Windows 7 (untuk pengujian). * Konfigurasi jaringan pada kedua mesin virtual diatur ke "Internal Network" atau "Jaringan Internal" untuk memungkinkan komunikasi di antara keduanya.
\== Konfigurasi Alamat IP Statis == Server DHCP memerlukan alamat IP statis. Ikuti langkah-langkah ini untuk mengaturnya:
- Buka terminal dan masuk sebagai pengguna root.
- Buka file konfigurasi antarmuka jaringan dengan editor teks nano:
\<nowiki\>\# nano /etc/network/interfaces\</nowiki\>
- Ubah konfigurasi untuk antarmuka jaringan utama Anda (misalnya, `enp0s3`untuk internet dan `enp0s8` jaringan server) menjadi statis dan tambahkan detail berikut:
allow-hotplug enp0s3 iface enp0s3 inet static address 172.25.20.99 netmask 255.255.255.0 gateway 172.25.20.1
allow-hotplug enp0s8 iface enp0s8 inet static address 192.168.100.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.100.255
- Simpan perubahan dan keluar dari editor (Ctrl + X, lalu Y, dan Enter).
- Terapkan konfigurasi jaringan baru dengan me-restart layanan jaringan:
\<nowiki\>\# /etc/init.d/networking restart\</nowiki\>
\== Instalasi Paket DHCP Server ==
- Pastikan DVD atau citra ISO instalasi Debian 2 terhubung ke mesin virtual Anda.
- Tambahkan DVD sebagai sumber paket dengan perintah:
\<nowiki\>\# apt-cdrom add\</nowiki\>
- Perbarui daftar paket dan instal paket server DHCP ISC:
\<nowiki\>\# apt-get update\</nowiki\> \<nowiki\>\# apt-get install isc-dhcp-server\</nowiki\> Selama instalasi, tekan Y ketika diminta untuk melanjutkan.
\== Konfigurasi Server DHCP ==
- Buka file konfigurasi utama DHCP:
\<nowiki\>\# nano /etc/dhcp/dhcpd.conf\</nowiki\>
- Lakukan perubahan berikut di dalam file:
\#\* Hapus atau beri komentar pada contoh konfigurasi yang sudah ada. \#\* Tambahkan blok konfigurasi baru untuk subnet Anda, yang mendefinisikan rentang alamat IP yang akan didistribusikan ke klien: subnet 192.168.100.0 netmask 255.255.255.0 { range 192.168.100.2 192.168.100.10; option domain-name-servers 8.8.8.8, 8.8.4.4; option domain-name "tkj.net"; option routers 192.168.100.1; option broadcast-address 192.168.100.255; default-lease-time 600; max-lease-time 7200; }
- Simpan perubahan dan keluar.
- Tentukan antarmuka jaringan yang akan didengarkan oleh server DHCP. Buka file berikut:
\<nowiki\>\# nano /etc/default/isc-dhcp-server\</nowiki\>
- Di dalam file tersebut, temukan baris INTERFACESv4 dan atur nilainya ke nama antarmuka jaringan Anda:
INTERFACESv4="enp0s8"
- Simpan dan keluar dari file.
\== Menjalankan dan Menguji Server DHCP ==
- Mulai ulang layanan server DHCP untuk menerapkan semua perubahan:
\<nowiki\>\# /etc/init.d/isc-dhcp-server restart\</nowiki\>
- Nyalakan mesin klien Anda (misalnya, Windows 7). Klien harus secara otomatis menerima alamat IP dari rentang yang telah Anda konfigurasikan (misalnya, 192.168.100.2).
- Untuk memverifikasi koneksi, buka Command Prompt pada klien Windows dan lakukan ping ke alamat IP server DHCP:
\<nowiki\>ping 192.168.100.1\</nowiki\> Jika Anda menerima balasan, berarti server DHCP Anda berfungsi dengan benar.
\= Instalasi dan Konfigurasi FTP Server di Debian 10 = Referensi : [2](https://youtu.be/uEK43X4a7OI?si=6OPo_iH_--N0Hnrb)
Bagian ini melanjutkan panduan dengan instalasi ProFTPD, sebuah server FTP yang aman dan mudah dikonfigurasi.
\== Instalasi Paket FTP Server ==
- Perbarui daftar paket dan instal ProFTPD beserta paket pendukungnya:
\<nowiki\>\# apt-get update\</nowiki\> \<nowiki\>\# apt-get install proftpd\</nowiki\>
- Selama instalasi, pilih mode standalone saat diminta.
\== Konfigurasi Server FTP ==
- Buka file konfigurasi ProFTPD dengan nano:
\<nowiki\>\# nano /etc/proftpd/proftpd.conf\</nowiki\>
- Ubah nama server (ServerName) sesuai keinginan Anda:
ServerName "FTP Server TKJ"
- Untuk keamanan, pastikan hanya pengguna yang memiliki shell valid yang dapat login. Temukan dan hapus tanda pagar (\#) pada baris berikut:
\<nowiki\>\# RequireValidShell off\</nowiki\> Menjadi: RequireValidShell off
- Batasi akses pengguna hanya ke direktori home mereka masing-masing. Temukan dan hapus tanda pagar (\#) pada baris:
\<nowiki\>\# DefaultRoot \~\</nowiki\> Menjadi: DefaultRoot \~
- Simpan perubahan dan keluar.
\== Membuat Pengguna FTP ==
- Buat pengguna baru khusus untuk FTP. Ganti tkj dengan nama pengguna yang Anda inginkan.
\<nowiki\>\# adduser tkj\</nowiki\>
- Anda akan diminta untuk memasukkan kata sandi baru (misalnya, tkj) dan informasi pengguna lainnya. Anda dapat menekan Enter untuk melewati detail tambahan.
\== Menjalankan dan Menguji Server FTP ==
- Mulai ulang layanan ProFTPD untuk menerapkan konfigurasi baru:
\<nowiki\>\# /etc/init.d/proftpd restart\</nowiki\>
- Buka Windows Explorer di mesin klien Windows 7 Anda.
- Ketik alamat FTP server di bilah alamat:
\<nowiki\>ftp://192.168.100.1\</nowiki\>
- Akan muncul jendela login. Masukkan nama pengguna (tkj) dan kata sandi (tkj) yang telah Anda buat.
- Jika berhasil, Anda akan melihat isi dari direktori home pengguna tersebut di server. Anda dapat mencoba membuat file atau folder untuk memastikan akses tulis berfungsi.