Lompat ke isi

DHCP Server

Dari Wiki Tamansiswa
Revisi sejak 11 Agustus 2025 03.38 oleh Admin (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Instalasi dan Konfigurasi DHCP Server di Debian 10

Referensi : https://youtu.be/fiHT0bXRf_4?si=IWqS7vRhAMUcDcUc

Panduan ini menjelaskan cara menginstal dan mengkonfigurasi server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) di sistem operasi Debian 10 "Buster".

Persiapan Awal

Sebelum memulai, pastikan Anda telah mempersiapkan hal berikut:

  • Mesin virtual dengan Debian 10 yang baru diinstal (bertindak sebagai server).
  • Mesin virtual dengan sistem operasi klien, seperti Windows 7 (untuk pengujian).
  • Konfigurasi jaringan pada kedua mesin virtual diatur ke "Internal Network" atau "Jaringan Internal" untuk memungkinkan komunikasi di antara keduanya.

Konfigurasi Alamat IP Statis

Server DHCP memerlukan alamat IP statis. Ikuti langkah-langkah ini untuk mengaturnya:

  1. Buka terminal dan masuk sebagai pengguna root.
  2. Buka file konfigurasi antarmuka jaringan dengan editor teks nano:
# nano /etc/network/interfaces
  1. Ubah konfigurasi untuk antarmuka jaringan utama Anda (misalnya, `enp0s3`untuk internet dan `enp0s8` jaringan server) menjadi statis dan tambahkan detail berikut:
allow-hotplug enp0s3
iface enp0s3 inet static
    address 172.25.20.99
    netmask 255.255.255.0
    gateway 172.25.20.1
allow-hotplug enp0s8
iface enp0s8 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0
    broadcast 192.168.100.255
  1. Simpan perubahan dan keluar dari editor (Ctrl + X, lalu Y, dan Enter).
  2. Terapkan konfigurasi jaringan baru dengan me-restart layanan jaringan:
# /etc/init.d/networking restart

Instalasi Paket DHCP Server

  1. Pastikan DVD atau citra ISO instalasi Debian 2 terhubung ke mesin virtual Anda.
  2. Tambahkan DVD sebagai sumber paket dengan perintah:
# apt-cdrom add
  1. Perbarui daftar paket dan instal paket server DHCP ISC:
# apt-get update
# apt-get install isc-dhcp-server
Selama instalasi, tekan Y ketika diminta untuk melanjutkan.

Konfigurasi Server DHCP

  1. Buka file konfigurasi utama DHCP:
# nano /etc/dhcp/dhcpd.conf
  1. Lakukan perubahan berikut di dalam file:
    • Hapus tanda pagar (#) dari baris berikut untuk mengaktifkannya:
      • option domain-name "example.org";
      • option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;
    • Hapus atau beri komentar pada contoh konfigurasi subnet lainnya.
    • Tambahkan blok konfigurasi baru untuk subnet Anda, yang mendefinisikan rentang alamat IP yang akan didistribusikan ke klien:
subnet 192.168.100.0 netmask 255.255.255.0 {
  range 192.168.100.2 192.168.100.10;
  option domain-name-servers 192.168.100.1;
  option domain-name "tkj.net";
  option routers 192.168.100.1;
  option broadcast-address 192.168.100.255;
  default-lease-time 600;
  max-lease-time 7200;
}
  1. Simpan perubahan dan keluar.
  2. Tentukan antarmuka jaringan yang akan didengarkan oleh server DHCP. Buka file berikut:
# nano /etc/default/isc-dhcp-server
  1. Di dalam file tersebut, temukan baris INTERFACESv4 dan atur nilainya ke nama antarmuka jaringan Anda:
INTERFACESv4="enp0s8"
  1. Simpan dan keluar dari file.

Menjalankan dan Menguji Server DHCP

  1. Mulai ulang layanan server DHCP untuk menerapkan semua perubahan:
# /etc/init.d/isc-dhcp-server restart
  1. Nyalakan mesin klien Anda (misalnya, Windows 7). Klien harus secara otomatis menerima alamat IP dari rentang yang telah Anda konfigurasikan (misalnya, 192.168.100.2).
  2. Untuk memverifikasi koneksi, buka Command Prompt pada klien Windows dan lakukan ping ke alamat IP server DHCP:
ping 192.168.100.1

Jika Anda menerima balasan, berarti server DHCP Anda berfungsi dengan benar.