Lompat ke isi

Praktikum:ASJ Kelas XII: Perbedaan antara revisi

Dari Wiki Tamansiswa
Tidak ada ringkasan suntingan
←Mengganti halaman dengan 'KONFIGURASI JARINGAN DHCP SERVER FTP SERVER'
Tag: Penggantian
Baris 4: Baris 4:


FTP SERVER
FTP SERVER
= Instalasi dan Konfigurasi DHCP Server di Debian 10 =
Panduan ini menjelaskan cara menginstal dan mengkonfigurasi server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) di sistem operasi Debian 10 "Buster".
== Persiapan Awal ==
Sebelum memulai, pastikan Anda telah mempersiapkan hal berikut:
* Mesin virtual dengan Debian 10 yang baru diinstal (bertindak sebagai server).
* Mesin virtual dengan sistem operasi klien, seperti Windows 7 (untuk pengujian).
* Konfigurasi jaringan pada kedua mesin virtual diatur ke "Internal Network" atau "Jaringan Internal" untuk memungkinkan komunikasi di antara keduanya.
== Konfigurasi Alamat IP Statis ==
Server DHCP memerlukan alamat IP statis. Ikuti langkah-langkah ini untuk mengaturnya:
# Buka terminal dan masuk sebagai pengguna '''root'''.
# Buka file konfigurasi antarmuka jaringan dengan editor teks nano:
<nowiki># nano /etc/network/interfaces</nowiki>
# Ubah konfigurasi untuk antarmuka jaringan utama Anda (misalnya, `enp0s3`) menjadi statis dan tambahkan detail berikut:
auto enp0s3
iface enp0s3 inet static
    address 10.10.10.1
    netmask 255.255.255.0
    network 10.10.10.0
    broadcast 10.10.10.255
# Simpan perubahan dan keluar dari editor (Ctrl + X, lalu Y, dan Enter).
# Terapkan konfigurasi jaringan baru dengan me-restart layanan jaringan:
<nowiki># /etc/init.d/networking restart</nowiki>
== Instalasi Paket DHCP Server ==
# Pastikan DVD atau citra ISO instalasi Debian 2 terhubung ke mesin virtual Anda.
# Tambahkan DVD sebagai sumber paket dengan perintah:
<nowiki># apt-cdrom add</nowiki>
# Perbarui daftar paket dan instal paket server DHCP ISC:
<nowiki># apt-get update</nowiki>
<nowiki># apt-get install isc-dhcp-server</nowiki>
Selama instalasi, tekan '''Y''' ketika diminta untuk melanjutkan.
== Konfigurasi Server DHCP ==
# Buka file konfigurasi utama DHCP:
<nowiki># nano /etc/dhcp/dhcpd.conf</nowiki>
# Lakukan perubahan berikut di dalam file:
#* Hapus tanda pagar ('''#''') dari baris berikut untuk mengaktifkannya:
#**<nowiki>option domain-name "example.org";</nowiki>
#**<nowiki>option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;</nowiki>
#* Hapus atau beri komentar pada contoh konfigurasi subnet lainnya.
#* Tambahkan blok konfigurasi baru untuk subnet Anda, yang mendefinisikan rentang alamat IP yang akan didistribusikan ke klien:
subnet 10.10.10.0 netmask 255.255.255.0 {
  range 10.10.10.2 10.10.10.10;
  option domain-name-servers 10.10.10.1;
  option domain-name "kusnadi.net";
  option routers 10.10.10.1;
  option broadcast-address 10.10.10.255;
  default-lease-time 600;
  max-lease-time 7200;
}
# Simpan perubahan dan keluar.
# Tentukan antarmuka jaringan yang akan didengarkan oleh server DHCP. Buka file berikut:
<nowiki># nano /etc/default/isc-dhcp-server</nowiki>
# Di dalam file tersebut, temukan baris '''INTERFACESv4''' dan atur nilainya ke nama antarmuka jaringan Anda:
INTERFACESv4="enp0s3"
# Simpan dan keluar dari file.
== Menjalankan dan Menguji Server DHCP ==
# Mulai ulang layanan server DHCP untuk menerapkan semua perubahan:
<nowiki># /etc/init.d/isc-dhcp-server restart</nowiki>
# Nyalakan mesin klien Anda (misalnya, Windows 7). Klien harus secara otomatis menerima alamat IP dari rentang yang telah Anda konfigurasikan (misalnya, 10.10.10.2).
# Untuk memverifikasi koneksi, buka Command Prompt pada klien Windows dan lakukan ping ke alamat IP server DHCP:
<nowiki>ping 10.10.10.1</nowiki>
Jika Anda menerima balasan, berarti server DHCP Anda berfungsi dengan benar.

Revisi per 11 Agustus 2025 03.26

KONFIGURASI JARINGAN

DHCP SERVER

FTP SERVER