SSH Server: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 43: | Baris 43: | ||
# Klik tombol '''Open'''. | # Klik tombol '''Open'''. | ||
# Jika muncul peringatan keamanan (security alert), klik '''Accept''' atau '''Yes'''. | # Jika muncul peringatan keamanan (security alert), klik '''Accept''' atau '''Yes'''. | ||
# Anda akan diminta untuk memasukkan username dan password. Gunakan akun yang ada di server Debian Anda (misalnya, | # Anda akan diminta untuk memasukkan username dan password. Gunakan akun yang ada di server Debian Anda (misalnya, 'debian' password 'debian' rootnya 'sudo su'). | ||
# Jika login berhasil, Anda sekarang terhubung ke server Debian melalui SSH dan dapat menjalankan perintah dari jarak jauh. | # Jika login berhasil, Anda sekarang terhubung ke server Debian melalui SSH dan dapat menjalankan perintah dari jarak jauh. | ||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2025 04.23
Instalasi dan Konfigurasi Remote Server (SSH)
Referensi : https://youtu.be/wnlUdhB2vW0?si=8mp6JFfpL1QBd99n
Langkah terakhir adalah menginstal layanan SSH (Secure Shell) untuk mengelola server dari jarak jauh.
Instalasi dan Konfigurasi Paket SSH Server
- Pastikan DVD atau citra ISO instalasi Debian 1 terhubung ke mesin virtual Anda.
- Instal paket OpenSSH server:
# apt-get install openssh-server
- Selama instalasi, tekan Y ketika diminta untuk melanjutkan.
- Setelah instalasi selesai, verifikasi bahwa paket sudah terpasang:
# dpkg -l openssh-server
- Buka file konfigurasi SSH untuk melakukan penyesuaian:
# nano /etc/ssh/sshd_config
- Pastikan baris untuk Port 22 sudah aktif (tidak ada tanda pagar di depannya). Kemudian, ubah `PermitRootLogin prohibit-password` menjadi `PermitRootLogin yes` untuk mengizinkan login sebagai root.
Port 22 PermitRootLogin yes
- Simpan perubahan dan keluar.
- Terapkan konfigurasi baru dengan me-restart layanan SSH:
# /etc/init.d/ssh restart
Konfigurasi Jaringan untuk Remote Access
- Matikan mesin virtual Debian Anda.
- Buka pengaturan mesin virtual, masuk ke bagian Network.
- Adapter 1 (enp0s3) biarkan terkonfigurasi untuk internet (NAT atau Bridge).
- Aktifkan Adapter 2 dan atur ke mode Host-only Adapter. Ini adalah adapter yang akan digunakan untuk koneksi remote dari komputer Anda.
- Pada komputer asli Anda (host), buka pengaturan jaringan dan cari adapter virtual bernama VirtualBox Host-Only Network.
- Konfigurasikan alamat IP adapter tersebut secara manual:
- IP address: 192.168.100.2
- Subnet mask: 255.255.255.0
- Default gateway: 192.168.100.1
- Simpan pengaturan.
Menguji Koneksi SSH
- Nyalakan kembali mesin virtual Debian Anda.
- Buka aplikasi PuTTY di komputer Anda.
- Masukkan alamat IP server yang terhubung ke jaringan Host-Only:
- Host Name (or IP address): 192.168.100.1
- Port: 22
- Connection type: SSH
- Klik tombol Open.
- Jika muncul peringatan keamanan (security alert), klik Accept atau Yes.
- Anda akan diminta untuk memasukkan username dan password. Gunakan akun yang ada di server Debian Anda (misalnya, 'debian' password 'debian' rootnya 'sudo su').
- Jika login berhasil, Anda sekarang terhubung ke server Debian melalui SSH dan dapat menjalankan perintah dari jarak jauh.